Seurieus dengan “bosan sendiri” mengiringi kesendirianku dalam kamar 3×3, ikan koiku satu-satunya masih ber maneuver dalam aquarium yang kecil. Dia belum ku kasih makan dan aku yang empunya juga belum makan. Kita bernasib sama, sendiri dan keroncongan. Handphoneku dari kemaren gak bunyi-bunyi. Gak ada sms, gak ada miscalled, apalagi telpon masuk. Mungkin semua orang sekarang lagi sibuk ber having fun nikmatin liburan. Kos Bhumi Djawa udah sepi, semuanya pada pulang. Yang tersisa hanyalah mahasiswa luar pulau seperti Wisnu dari Irian, Gabriel dari Medan, Ari dari Jakarta, dan aku yang dari Padang. Kosan serasa menjadi milikku, gak ada orang. Mau nonton TV gak ada yang ganggu, mau mandi sepuasnya gak ada yang ngantri, mau berkoar-koar gak ada yang lemparin batu. Sepi. Kalo udah kayak gini aku jadi ingat kampung halaman, pengen kumpul dengan orang-orang tercinta. Mama dan Ayah, I miss U. Aku janji kalo pulang harus bawa sesuatu yang namanya “kesuksesan” . Malam ini malam minggu, yah sendiri lagi. Bosen tau gak seeh…
Blue Warnet
•Mei 19, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarHari ini aku capek sakali, pulang dari warung internet sejak dari tadi. Sejenak kurebahkan tubuhku di ruang TV. Sayang banget di sini gak ada MTV, channel yang paling kusuka sekaligus bikinku happy. Yang ada hanyalah SCTV, Metro TV, JTV, RCTI, Indosiar, itu aja gak lebih. Pak kosnya sih, pelit sekali. Dasar. Tapi gpp lah, nie lagi ada berita bagus, blue warnet di Jogja. Banyak warnet dengan bilik-bilik yang antik sekaligus bermanfaat buat gitu-gituan. Tau kan gitu-gituan maksudnya apa. Malahan ada warnet yang sengaja memasang kunci dari dalam bilik biar privacy nya lebih terjaga. Rata2 pengguna warnet ini remaja SMP ampe orang yang udah kerja. Mereka yang udah terkena syndrome mau gitu-gituan biasanya lebih milih bilik yang dipojok. Di tiap warnet juga disediakan blue films and blue pictures, sehingga pasangan remaja yang awalnya hanya berniat nyari tugas kuliah berputar haluan ke hal-hal yang merusak moral. Dan tidak sedikit pula pengelola warnet yang mengambil keuntungan dari fenomena yang blue ini. Mereka memasang hidden camera di tiap-tiap bilik yang selanjutnya didokumentasikan dan mungkin juga untuk dipublikasikan. Ternyata warnet sekarang tidak sesuai lagi fungsinya untuk mengintelektualkan masyarakat, tapi malah merusak moral mereka. Apalagi yang dirugikan masih tunas muda harapan bangsa. Stop Blue Warnet!!
Jember Terbina, Jember Membaca
•Mei 19, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarMulai lagi dari Kansas [kantin sastra], pagi-pagi enaknya emang ngopi kali ya. Tapi gak usah deh, pesen susu vanilla aja biar tambah gemuk, halah-halah. Vigo sedikit demi sedikit meminum energen yang masih berasap-asap. Nuran tak henti-hentinya bilang dia homo. Hahaha…Vigo emang orangnya aneh. Musuh bebuyutannya Nuran. Sementara itu Taufik masih asyik meniup-niup kopi susu kesayangannya, cup…cup…cup, hmmm sedap.
Kali ini ada pameran buku murah di gedung Sutardjo, Jember. Diadain mulai hari ini tanggal 4-10 Mei 2007. Jarang-jarang ada acara besar kayak gini. Maka daripada itu, anak2 mau kesana pagi ini juga. Vigo malah bilang seratus pengunjung pertama dapat buku. Buku apaan, buku tulis. Pembohong. Kita sudahi dulu acara coffe timenya. Kami pun berangkat tapi gak barengan, akhirnya sih ketemu juga di sana. Ancrit, banyak amat buku sing apik [yang bagus]. Ingin beli ini eh kelihatan yang itu, kayaknya lebih bagus. Resist book mang banyak yang bagus. Novel juga murah. Hari pertama udah banyak yang ngunjungi. Lumayan sukses. Udah capek kesana-kesini, liat ini-liat itu, baca ini-baca itu, lirik sana-lirik situ, akhirnya dapat juga empat buku. Pertama, Inilah Presiden Radikal, dan selebihnya novel tiga biji. Satunya karangan Moammar Emka. Vigo tadi mana ya, udah laper nih. Kucari-cari tapi gak ada. Dasar tuh anak. Astagaaaa…ternyata tuh dia lagi enak duduk di depan sambil ngemil-ngemil makanan gratis. Ancrit loe, aku aja belum makan eh dia malah enak-enakan ikutan acara pembukaan pameran dan menyantap makanan gratis. Yawdah terpaksa aku nunggu sampe acara selese, kalo dipanggil gak enak juga. Akhirnya selese juga. Yuk balik, udah laper nih. Brengsek!!!
Ada Apa Dengan Hari Ini
•Mei 13, 2007 • & KomentarAku mau nulis lagi. Yah, mungkin sebaiknya begini. Itung” menenangkan hati yang tak lagi berpelangi. Memuntahkan lagi kata-demi kata hingga aku tak sanggup lagi, ato paling gaknya sebelum aku mandi. Soalnya udah sore, mentari mulai pergi. Semburat warna putih kapas masih terpancar dari langit sebelum digantikan warna keemasan sebentar lagi.
Ada apa dengan hari ini. Ini bukan plesetan judul lagu band yang kubenci dengan sepenuh hati. Hari ini, pagi” sekali aku bangun dengan wajah kurang berseri. Maklum, kayaknya aku pilek lagi. Kemaren aku makan apa ya. Ah, banyak sekali. Mulai dari roti, Nasi Padang kesukaanku, lalapan wader, aneka cemilan, sampe goreng”an yang berminyak . Aduh, tapi gak apalah. Yang penting
kan gurihnya, renyahnya, bukan minyaknya. Ice cream gak masuk daftar menu kemaren deh kayaknya, tapi kok masih pilek ya. Biasanya kalo aku makan es berlebihan jadi ingusan deh, tapi aku bukan ingusan lagi. Udah gede, banyak hal yang udah dilalui dan diketahui. Kayak tadi pagi di Kansas [Kantin Sastra], aku baru tau nama grup bandnya Nuran alias Wibi ato Nunu adalah Sex In the Car, hmmm nama yang cool untuk band rock. Keep fighting my bro. Nuran juga penulis, kalo pengen lirik tulisannya, kunjungi aja blog pribadinya di: nurannuran.wordpress.com.
Ada rubrik JKI [Jomblo Kali Ini] sagala buat kamu para zombie [ZOMblo-zomblo BIEngung]. Oke, kita lanjutin. Aku bercermin. Astagaaaa…nih rambut makin jelek aja. Elek bahasa Jawanya. Kapan aku sempat pangkas ya. Akhir”ni aku malas banget tampil keren”. Mungkin karena status “zombie”ku lah alasannya. Sekarang aku di pintu kamar mandi. Aku mandi dulu. Maaf, bagian ini terpaksa disensor karena alasan umur pembaca yang belum 23+. Jam 06.50 AM ada kuliahnya Pak Ridak. Membosankan. Tapi gak apa, aku tetep keren” ke kampus. Alamak, kami yang terlambat gak bole masuk!! Ini
kan baru 10 menit kurang telatnya. Ih jahat. Udah susah bangun pagi” lagi, tau kayak gini mending tadi aku tetep membenamkan diri dalam selimut dalam”. Lho, satu per satu temen”ku yang on time pada keluar.
Ada apa gerangan. Ohhh, gak bawa fotokopi toh. Tuh
kan, jahat. Jahat. Fadly yang bawa fotokopi malah ikut keluar. Alasannya simple: membosankan. That’s right!! Tapi untunglah, beliau tidak seperti peran antagonis dalam sinetron” negri ini yang benar” gimanaaaa gitu. Akhir kuliah, kita” tetep diijinkan untuk isi absent. Oke, acara ngobrol”, ngopi”, makan”, ketawa-ketiwi di Kansas [Sekali lagi: Kantin Sastra. Ingat ya] dah selesei, bel masuk dah berbunyi. Kali ini kuliah Listening Comp. di Lab. Wah, ini nih. Pasti kali ini kita denger lagu lagi sambil belajar. Bu Hat baik deh, thanks Bu, udah jadi dosen kami. Oh, jadi agenda hari ini latihan TOEFL. Yah…..ancur deh! Hah, Bu Hat bilang ada sedikit trouble, latihannya di cancel. Amiiin. Kali ini aku dah pulang kuliah, nyampe kos. Idupin komputer. Biasanya sih mau ngegame, tapi entah kenapa lagi gak nafsu aja sak iki [sekarang]. Yawdah, nonton Leonardo Di Caprio aja, “Blood Diamond”. Bercerita tentang berlian konflik di tanah afrika. Nah, pas aku lagi asyik ngewatching, my friend is coming. Minjem komputer bentar mau burning MP3. Karena burning agak lama, aku pipis dulu. Opsss yang ini juga disensor. Pas balik dari ritualku, aku liat file”ku hilang, khususnya file master, film, file word, file web, n banyak lagi yang kehapus. Mampus!! Sayang banget, tapi untunglah cuma yang di My Document. Temenku sih gak tau kronologisnya, karena dia gak tau apa yang terjadi, ato lebih tepatnya dia gak tau apa yang telah ia lakukan. Aku liat di recycle bin udah gak ada. Ya ampuuun. Udahlah, aku gak marah. Dia temenku, gak mungkin juga aku marah”. Paling hanya aku nasehatin aja, bukan ngelarang dia pake komputerku. Never mind bro, you will always be my friend. Nah, kayaknya dah sore, saatnya tuk berenti. Waktunya mandi. Warna langit telah berganti. Senja telah menanti. Lampu kamarku belum diidupin, aku tak bisa liat keyboard untuk nulis lagi. Saatnya aku harus mandi, kali ini loe bole ikut ke kamar mandi sebagai bonus udah mengikuti catatan “Ada Apa Dengan Hari Ini” dari diriku yang lagi tak berpelangi.
Have Wings, But Have No Eyes
•Mei 9, 2007 • & Komentar Hari Sabtu. Sepi. Aneka cemilan gue makan hampir habis di kamar sambil maen Patrician III. Capek ngegame, kemudian gue teringat akan sesuatu yang telah hilang pergi. Akhirnya kata terbesit di kepala untuk membicarakannya lagi, tentunya bukan untuk mengharapnya kembali.
Ada berjuta” definisi ttg cinta yang dilontarkan oleh para pencinta, penjahat cinta, pahlawan cinta, ato mungkin korban cinta. Nah, gue juga pengen ikut andil dalam mendefenisikannya. Menurut gue sendiri yang suka ngemil tapi gak ndut”, cinta itu adalah cemilan yang terkomposisi dari beberapa gram penderitaan, 10 sendok makan air mata, beberapa gram daging hati yang udah dikoyak”, dan dibumbui dengan kebahagiaan secukupnya. Nah, makan tuh cinta!! Truz juga menurut gue cinta itu kupu-kupu yang semakin dikejar semakin lari, tapi kalo dibiarin ntar malah datang dan hinggap sendiri. Dan menurut gue lagi ni, cinta itu punya sayap seperti kupu-kupu barusan, bisa terbang kemana aja dan hinggap dimana aja. Terkadang kita terpesona ketika kita diajak ke lembah cinta, lembah penuh asmara, kadang kelembah antah berantah yang namanya sulit terdefenisikan karena keruwetan dan penuh dengan kegelapan, dan kadang kita juga dibawa ke tempat yang namanya “surga dunia” yang membuat kita semakin gila, begitulah cinta. Tapi walopun begitu, cinta gak punya mata. Cinta dikendarai dan diarahkan oleh empunya, terserah mau dibawa kemana. Cinta sekarang juga mudah dibeli, banyak dijual dan diobral, sekilonya mencapai jutaan bahkan milyaran ato bole gak bayar tapi mesti barter dengan kepribadian yang elo punya, kayak mobil pribadi loe, motor pribadi loe, villa pribadi loe, dan kepribadian” elo lainnya. Bukan cuman traksaksi NARKOTIKA yang pake istilah “ada uang ada barang”, tapi transaksi CINTA pun sekarang juga “ada uang ada cinta”. Elo” gak usah khwatir, walo elo udah berkaki tiga, ato mungkin berkursi roda, dan udah keriput, tapi tajir, cewe mana yang gakkan terpesona dengan gemilau yang loe punya. Begitulah kenyataan yang ada…
PrEfacE
•April 28, 2007 • Tinggalkan sebuah KomentarPertama, tengkiw bwat elo” udah yang udaH menyempatkan diri unTk mengUnjungi BloG niE, disiNi loe bole shopping wIthoUt buyiNg. This blog is just made for fun, berkoar”, dan memuntahkan apa yang ada di hati dan pikiran. Semoga elo” bisa ‘enjoy’ membacanya. But, pliZz don’T bE angRy kalo elo” ada yang tersinggung karena muntahan” ini. Toh, ini hanyalah kata” bukan apa. Salam bWt teMen” guE smuA, Bwat temen” gue yang di pulau seberang [PadanK BeloveD city, west sumatRa], gue ngucapin selamat atas kalian yang Selalu DpT IP selangit, bwat kalian yang aneh” kayak Sugi yang gak pernah pake “celana dalam”, ato kayak Iwaling yang terobsesi jadi model, ato bahkan kayak mantan gue yang tiap diaJak makaN seLalu cuma bEberaPa senDok [thankS 4 thE moments, I neVa want 2 Hurt yoU], bwat my cool gangsta, ANJAPU [Anak Jarang Pulang] smg kalian bk2 aja, ntaR lebaraN pasti ketEmu lagiE, KumpuL lagiE, daN makaN” bRg lagiE waloPun kayakNya suliT kareNa kiTa telaH terseBar di berBagai koTa, daN yang terakHiR bwat temen” cewek gue yang udah pada married, pesan gue bikiN anak” yang lucu ya, dan yang banyak sekaliaN, he…biaR Pas guE pulanG makiN RaMe. Jadi sekali lagi selamat menikmati muntahan kata” dari gue. onE more, sebaiknya loe juga muntahiN bbRp kata di sini, cukUp tinggaLkan comment, oK!! kEep cOol anD stay calm, huG & kiss foR u alL…

Komentar Terakhir